<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Posts on Waldy&#39;s blog</title>
    <link>https://waldy.netlify.app/posts/</link>
    <description>Recent content in Posts on Waldy&#39;s blog</description>
    <generator>Hugo -- 0.161.1</generator>
    <language>en-us</language>
    <lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 23:30:00 +0700</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://waldy.netlify.app/posts/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Membuat Aplikasi Catatan Keuangan (Bukuin) dengan Vibe Coding</title>
      <link>https://waldy.netlify.app/posts/bukuin-vibe-coding/</link>
      <pubDate>Fri, 01 May 2026 23:30:00 +0700</pubDate>
      <guid>https://waldy.netlify.app/posts/bukuin-vibe-coding/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Akhir-akhir ini lagi rame istilah &amp;ldquo;vibe coding&amp;rdquo; di media sosial, apalagi Threads (soalnya udah ga make Twitter, hehe). Walaupun sudah banyak disebutkan bahwa coding dengan pakai AI tidak semerta-merta disebut vibe coding, hal ini juga disebutkan oleh bang &lt;a href=&#34;https://www.threads.com/@ariya114/post/DHpes5WxFqR&#34;&gt;@ariya di Thread-nya&lt;/a&gt; dengan mengambil referensi dari Simon Willison: &lt;a href=&#34;https://simonw.substack.com/p/not-all-ai-assisted-programming-is&#34;&gt;Not All AI-Assisted Programming is Vibe Coding&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi aku mencoba membuat aplikasi keuangan yang kuberi nama &lt;strong&gt;Bukuin&lt;/strong&gt; (&lt;a href=&#34;https://bukuin.id&#34;&gt;bukuin.id&lt;/a&gt;). Awalnya tujuanku adalah untuk penggunaan pribadi agar mempermudah lacak pengeluaran/pendapatan, karena sebelumnya melakukan pencatatan di Obsidian.md dan masih belum membentuk kebiasaanku untuk mencatat.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
    <item>
      <title>Code Node.js Berantakan? Ini Cara Biar Rapi Pakai ESLint &#43; Prettier di TypeScript / Express</title>
      <link>https://waldy.netlify.app/posts/eslint-nodejs/</link>
      <pubDate>Thu, 24 Jul 2025 17:21:38 +0700</pubDate>
      <guid>https://waldy.netlify.app/posts/eslint-nodejs/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Sebagai software developer yang terbiasa dengan JavaScript, kamu mungkin sering mengalami masalah seperti:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penulisan kode tidak konsisten&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nama variabel berantakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lupa titik koma (&lt;code&gt;;&lt;/code&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gaya indentasi beda-beda&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Hal ini wajar karena JavaScript memang fleksibel. Tapi kalau proyekmu sudah mulai &lt;strong&gt;besar&lt;/strong&gt; dan melibatkan banyak developer, &lt;strong&gt;konsistensi penulisan kode jadi krusial&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Solusinya: gunakan &lt;strong&gt;ESLint&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Prettier&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Husky&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Lint-Staged&lt;/strong&gt;.
Dengan ini, kamu bisa memastikan kode tetap rapi, mudah dibaca, dan konsisten di seluruh tim.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
    <item>
      <title>Ketergantungan Preprocessor CSS `Sass` itu bikin mumet kemudian.</title>
      <link>https://waldy.netlify.app/posts/ketergantungan-sass/</link>
      <pubDate>Sat, 20 Jul 2024 01:31:20 +0700</pubDate>
      <guid>https://waldy.netlify.app/posts/ketergantungan-sass/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Bagi front-end developer mungkin sudah tidak asing lagi dengan preprocessor css yang akan aku bahasa kali ini yaitu &lt;code&gt;sass&lt;/code&gt;.
tapi untuk yang belum familiar bisa lihat sendiri didokumentasi &lt;a href=&#34;https://sass-lang.com/&#34;&gt;Sass&lt;/a&gt;. Jadi singkatnya kalian bisa menulis syntax css dengan fitur tambahan yang disediakan oleh &lt;code&gt;sass&lt;/code&gt;, serperti nested, variables, modules, dan sebagainya. Namun yang namanya ketergantungan akan membuatmu candu, mau dilepaskan susah mau diteruskan gelisah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Note: ini pengalamaan pribadi ya, bisa jadi tidak semua developer relate dengan masalah yang ku alami&amp;hellip;&lt;/p&gt;</description>
    </item>
    <item>
      <title>Mengapa aku berhenti subscribe medium.com</title>
      <link>https://waldy.netlify.app/posts/unsubrek-medium/</link>
      <pubDate>Thu, 18 Jul 2024 17:21:38 +0700</pubDate>
      <guid>https://waldy.netlify.app/posts/unsubrek-medium/</guid>
      <description>&lt;h2 id=&#34;disclaimer&#34;&gt;Disclaimer&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;sebelumnya disclaimer dulu, disini tidak ada ajakan untuk melakukan unsubscribe terhadap medium.com.
ini merupakan murni pengalaman dan pendapat pribadi, bukan ajakan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id=&#34;awal-berlangganan&#34;&gt;Awal Berlangganan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;sebenarnya aku subscribe medium.com karena akhir-akhir ini sering melakukan research di internet untuk menemukan artikel yang bermanfaat baik itu mengenai teknologi, psikologi ataupun cerita dari orang-orang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;namun, dikarekan sering berselancar di internet, kemudian sering ketemu dengan artikel yang berasal dari medium.com, tau sendiri kalau buka artikel yang ada label member-only akan sering muncul popup untuk subscribe, dan begitulah kejadiannya aku subrek ini medium.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
