Kalau ditanya siapa penulis favoritku, salah satu nama yang pasti langsung keluar adalah Keigo Higashino. Penulis asal Jepang ini punya cara bercerita yang menurutku beda dari kebanyakan — dia tidak hanya bikin kamu bertanya siapa pelakunya, tapi juga kenapa dan seberapa jauh, dan itu yang bikin susah berhenti baca.
Namiya General Store — yang bikin hangat tanpa ekspektasi
Buku Keigo pertama yang aku baca adalah Toko Kelontong Namiya. Dan ini bukan tipikal misteri yang biasanya aku cari.
Ceritanya soal toko tua yang punya “kotak surat” unik — siapapun yang nulis surat dan masukin ke sana bakal dapat balasan dari masa lalu. Kedengarannya aneh, dan memang aneh. Tapi eksekusinya luar biasa. Setiap cerita yang terhubung ke toko itu dibangun pelan-pelan sampai kamu tiba-tiba sadar sudah terlalu dalam dan susah keluar.
Yang paling aku suka: tidak ada villain di sini. Tidak ada plot twist yang ngejutin. Yang ada cuma manusia biasa yang lagi cari jawaban atas hidupnya, dan toko tua itu jadi jembatan. Entah kenapa itu lebih powerful dari drama apapun. Heart-felt tanpa berasa dipaksakan.
Devotion of Suspect X — puzzlenya bikin ketagihan
Kalau Namiya adalah soal hati, maka The Devotion of Suspect X adalah soal kepala.
Yang menarik dari buku ini: dari halaman pertama kamu sudah tahu siapa pelakunya. Higashino tidak menyembunyikannya. Yang dia sembunyikan adalah bagaimana cara pelaku menutup semua celah — dan di situlah sensasinya.
Aku merasa seperti sedang bermain teka-teki yang jawabannya sudah ada di depan mata tapi tetap saja tidak ketemu. Setiap kali kupikir sudah paham arahnya, ada lapisan baru yang terkuak. Plot twist-nya bukan soal “siapa”, tapi soal seberapa dalam seseorang rela berkorban — dan itu jatuhnya lebih mengena.
Kalau belum pernah baca Higashino, dua buku ini menurutku titik awal yang paling bagus. Mau mulai dari yang mana dulu? Tergantung lagi pengen baper atau pengen kerja keras mikir.